
KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu
wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Teori Jean A.Bell”. Makalh ini diajukan guna memenuhi
tugas konsep kebidanan.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya.
Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik
dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat
dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejarah menunjukan bahwa
bidan adalah salah satu profesi tertua di dunia sejak adanya peradaban umat
manusia. Bidan muncul sebagai wanita terpercaya dalam mendampingi dan menolong
ibu yang melahirkan. Peran dan posisi bidan dimasyarakat sangat dihargai dan
dihormati karena tugasnya yang sangat mulia, member semangat, membesarkan hati,
mendampingi, serta menolong ibu yang melahirkan sampai ibu dapat merawat
bayinya dengan baik. Dalam lingkup dunia kebidanan dikenal berbagai teori-teori
yang mendasari praktek para bidan-bidan tersebut. Diantara teori-teori tersebut
adalah teori Reva Rubin, teori Ramona Mercer, teori Ernestine Weidenbach, teori
Ela Joy Lerchman dan Morten, serta teori Jean A.Bell. Teori-teori tersebut
diajarkan pada semua sekolah kebidanan di Indonesia agar para bidan memiliki
pengetahuan dan mengaplikasikan teori-teori tersebut dalam membantu kliennya.
Pemberian materi tentangteori-teori tersebut sangatlah penting dan perlu
dipahami benar tentang teori-teori tersebut. Agar disaat bekerja nanti para
bidan memiliki titik acuan dalam membantu semua kliennya dan dapat
menyelesaikan semua kasus atau masalah yang dihadapi selamamelakukan tugasnya
sebagai seorang bidan. Seorang bidan dituntut untuk mampu membantu semua wanita
dalam segala masalahnya. Mulai dari mempersiapkan metal dan fisik seorang
wanita dalam menghadapi peran barunya sebagai seorang ibu dan menyelesaikan
masalah-masalah yang timbul saat remaja dan bayi. Pendalaman tentang
teori-teori ini akan sangat berguna bagi bidan itu sendiri dan untuk
wanita-wanita yang menjadi partner kerjanya itu. Teori teori tersebut akan
dibuktikan kebenarannya oleh bidan itu sendiriketika dia melakukan tugasnya.
Namun tidak semua teori-teori tersebut dikuasai benar oleh para bidan yang ada
sekarang ini.
B. Tujuan
1.
Tujuan umum
Untuk menambah pengetahuan tentang adanya teori Jean A.Bell dalam
dunia Kebidanan.
2.
Tujuan khusus
Tujuan khusus dalam menyusun makalah ini adalah untuk dapat
mengetahui :
Ø Pengertian teori Jean
A.Ball
Ø Tujuan teori Jean A.Ball
Ø Hipotesa Jean A.Ball
Ø Pembagian teori Jean
A.Ball
Ø Elemen pembentukan teori
kursi goyang
Ø Konsep teori Jean A.Ball
C. Manfaat
Agar individu khususnya
bidan dapat mengenal dan memahami lebih dalam dunia kebidanan melalui beberapa
teori-teori yang ada dengan salah satunya teori Jean A.Ball.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Teori Jean
A.Ball
Teori Jean A.Ball adalah
dasar pemikiran menurut penelitian yang bernama Jean Ball, yang konsekuensinya
telah diuji dalam beberapa riset 9 penelitian) dan menunjukan hasil yang nyata.
Teori ini mengemukakan tentang keseimbangan emosional itu, yang diibaratkan
pada kursi “ goyang “. Teori ini sering disebut teori kursi goyang karena
tingkat emosional seorang ibu harus berada pada titik seimbang ( stabil )
sehingga mirip dengan kursi goyang dimana beban harus seimbang pada titik
tumpu, Karena jika tidak kursi akan condong kearah yang memiliki beban yang
berat, begitu juga dengan pengendalian emosional seseorang, jika seseorang (
wanita ) mampu mengendalikan tingkat emosionalnya berarti orang tersebut
memiliki tingkat emosinal yang rendah dan terkendali atau sebaliknya. Semua itu
dapat kita lihat dalam berbagai keunikan tindakan yang diambil ibu dalam
mendidik dan membesarkan anak-anaknya.
B. Tujuan Teori Jean A.Ball
Tujuan asuhan maternis
agar seorang wanita mampu melaksanakan tugasnya sebagai ibu, baik fisik maupun
psikologis. Psikologis dalam hal ini tidak hanya pengaruh emosional tetapi juga
proses emosional agar tujuan akhir memenuhi kebutuhan untuk menjadi orang tua
terpenuhi. Kehamilan, persalinan dan masa post partum adalah masa mengadopsi
peran baru, sehingga bagi wanita yang baru menjadi ibu sangat membutuhkan
arahan-arahan dan bimbingan dari bidan tentang tindakan-tindakan yang harus
diambil maupun tindakan-tindakan yang harus dihindari demi keselamatan dan
kesehatan ibu dan anak. Dalam hal ini dukungan dari suami dan keluarga sangat
diperlukan demi psikologis ( kejiwaan ) seorang ibu.
C. Hipotesa Jean A.Ball
Menurut Jean Ball respon
emosional wanita terhadap perubahan yang terjadi bersamaan dengan kelahiran
anak yang mempengaruhi personality seseorang dan dukungan yang berarti, mereka
mendapatkan system keluarga dan social. Ibu sebagai penerus keturunan sekaligus
pendidik utama dalam keluargasangat mempengaruhi perkembangan anak. Seorang
anak yang dibesarkan dalam asuhan keluarga yang baik, ketika ia berinteraksi di
lingkungan masyarakat maka ia akan terbiasa dengan perilaku yang baik pula.
Persiapan yang sudah
diantisipasi oleh bidan dalam masa post natal atau sesudah melahirkan anak akan
mempengaruhi respon emosional wanita dalam perubahan yang dialaminya pada
proses kelahiran anak. Oleh karena itu asuhan kebidanan harus diberikan kepada
seluruh individu, kelompok dan masyarakat secara professional baik pelayanan
tersebut secara mandiri, kolaborasi ( kerjasama melebihi dari beberapa orang )
maupun merujuk kesistem yang lebih tinggi.
Faktor yang mempengaruhi keseimbangan emosional menurut Jean Ball:
Faktor masukan :
a)
Perasaan rendah diri sehubungan dengan pandangan
negatife akibat menyusui
b)
Seseorang tidur selama di rumah sakit
c)
Nasehat jika terjadi konflik
Faktor yang mempengaruhi kebahagiaan ibu menurut Jean Ball :
a)
Persepsi dan dukungan keluarga pada hari
kelahiran
b)
Rasa percaya diri ibu
c)
Skala kecemasan
d) Mendukung pemberian ASI
e)
Semua lingkungan mendukung
f)
Rencana asuhan ibu
g)
Pemantauan ibu pada tingkat perkembangan bayi
h)
Tanggapan terhadap diri ibu pada hari ke-7 PP
dalam menyusui
i)
Member ASI dalam 1 jam PP
j)
Kala IV persalinan
D. Pembagian Teori Jean
A.Ball
Teori Jean Ball mencakup
3 kategori :
1.
Teori Perubahan
Perubahan mental ibu selama dan sesudah menjadi ibu akan jelas
terlihat dalam kehidupan baik itu secara fisik maupun psikologis si ibu. Secara
fisik dapat kita lihat pada perubahan bentuk tubuh setelah melahirkan anak.
Sedangkan secara psikologisnmisalnya dalam pematangan metal ( pendewasaan sikap
) setelah melahirkan ( post partum ) ibu tidak hanya berfikir untuk anak dan
keluarganya.
2.
Teori stress, coping, dan support
Tingkat emosional sangat mempengaruhi mental ibu, oleh karena itu
dukungan atau support dan motifasi dari keluarga terhadap perubahan-perubahan
yang timbul terutama perubahan yang bersifat positif, support dari orang-orang
terdekat si ibu sangat diperlukan menghindari stress, depresi, post partum dam
dampak-dampak negatife lainnya.
3.
Teori dasar
Konsep dasar untuk menjadi seorang ibu meliputi berbagai aspek
diantaranya :
a)
Butuh persiapan jasmani dan rohani
b)
Dukungan dari pihak keluarga
E. Elemen Pembentuk Teori
Kursi Goyang
Teori kursi goyang
dibentuk dalam 3 ( tiga ) elemen yaitu :
1.
Pelayanan Maternitas
Bidan berkewajiban memberikan peralatan kesehatan kepada remaja
putri, ibu masa hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, balita dan wanita
menopause. Dalam memberikan asuhan kebidanan bidan harus mempertanggungjawabkan
semua tindakan klinis yang diambil dan harus melaksanankn tanggung jawab
tersebut yang meliputi tugas bidan sebagai pelaksanan, pengelola, pendidik,
peneliti, dll.
2.
Pandangan Masyarakat Terhadap Keluarga
Pandangan masyarakat terhadap suatu keluarga sangat mempengaruhi perkembangan
dan tingkat harga diri anggota keluarga tersebut. Jika pandangan masyarakat
baik terhadap keluarga maka secara otomatis penerus keluarga juga akan
mendapatkan nama baik dalam pandangan masyarakat, selama si anak tidak
melanggar norma-norma yang terdapat dalam masyarakat.
3.
Sisi Penyanggah / Support Terhadap Kepribadian
Wanita
Dukungan terhadap perubahan kepribadian / kebiasaan hidup wanita
sangat diperlukan, agar wanita tersebut tidak merasa down terhadap tingkat
perubahan diri yang tidak disadarinya. Kesejahteraan keibuan seseorang wanita
sangat bergantung terhadap efektivitas 3 elemen tersebut. Jika kursi goyang
tidak bias ditegakkan, maka tidak nyaman untuk diduduki.
F.
Konsep Toeri Jean A.Ball
Ø Woman / wanita
Ball memusatkan perhatiannya terhadap perkembangan emosional,
social, psikologis wanita dalam proses melahirkan.
Ø Healt / kesehatan
Merupak pusat dari model Ball. Tujuan dari post natal care agar
wanita-wanita mampu menjadi seorang ibu.
Ø Midwifery / kebidanan
Penelitian asuhan post natal misalnya kurang efektiv, kurang
pengetahuan tentang kebidanan.
Ø Self / peran
Bidan dalam meyakinkan wanita dalam perannya sebagai seorang ibu.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Ø Kesejahteraan wanita
setelah melahirkan sangat tergantung pada personality atau kepribadian, sistim
dukungan pribadi dan dukungan dari pelayanan maternitas
Ø Persiapan yang dilakukan
bidan pada masa puerpurium akan mempengaruhi respon emosional wanita terhadap
perubahan akibat proses kelahiran tubuh
Ø Dalam teori Jean Ball
mengemukakan tentang keseimbangan emosional ibu yang diibaratkan kursi goyang.
Ø Wanita yang boleh
dikatakan sejahtera setelah melahirkan sangat bergantung kepada kepribadiannya,
system dukungan pribadi, dan dukungan yang dipersiapkan pelayanana kebidanan.
DAFTAR PUSTAKA
Sofyan, Mustika. 50 tahun IBI Bidan Menyongsong Masa Depan. Pengurus Pusat IBI.Jakarta.2003
Bryar, R. Theory For Midwifery Practice Edisi 1 . Macmillan, Haound Millo.1995
Depkes RI pusat pendidikan Tenaga Kesehatan . Konsep Kebidanan. 1995
Estiwidani, Meilani, Widyasih, Widyastuti, Konsep Kebidanan. Yogyakarta, 2008.
lenteraimpian.wordpress.com
http://ninanilna.blogspot.com/2010/09/teori-jean-ball.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar